Sejarah sosial adalah kajian sejarah yang memusatkan perhatian kepada masyarakat bawah, atau wong cilik, atau segmen lain dalam masyarakat yang terabaikan, terasingkan, atau termarjinalisasikan, merupakan aktor sejarah yang peran mereka di bahas dalam kajian ini. Berlainan dengan umumnya kajian sejarah (politik) yang memusatkan perhatian kepada tokoh-tokoh besar dalam studinya. Sejarah sosial merupakan kajian kemasyarakatan, maka metode analisisnya memakai pendekatan multidisipliner, yakni pembahasan sejarah dengan dibantu ilmu sosial lain seperti Sosiologi, Antropologi, Ekonomi,Politik, Hukum, Psikologi, dan lainnya. Ditinjau dari beberapa karakteristiknya,
sejarah sosial semakin jelas posisinya di bawah payung aliran filsafah postmodernisme, yang memberikan ruan g unt uk m em pelajari perm as alaha n
y ang
terbatas ,
kecil / m ikro ,
lo kal,
dan
ko ndisio nal .
P o stmo
juga
m em perhatikan
m er eka/ go lo ngan
m asy a rakat
y an g
teras i ngkan,
teralienas ikan, se perti kaum perem puan (kaj i an gen der), per bedaa n warna
k
ulit, kaj ian etn ik, kecenderu nga n seksua l, dl l.